News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 10 Oktober 2018

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya dimana IHSG ditutup naik 35,72 poin atau menguat 0,62% setelah bergerak dalam range 5.756,24 - 5.796,79. Sebanyak 189 saham ditutup menguat, 192 saham melemah dan 124 saham stagnan. Dari 10 sektor yang diperdagangkan, hanya sektor pertambangan yang ditutup melemah. Menguatnya IHSG kemarin masih ditopang oleh aksi beli yang dilakukan investor domestik dan masih menjadi anomali di tengah-tengah pergerakan melemah mayoritas indeks di kawasan regional serta masih melemahnya nilai  tukar Rupiah.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi terbatas. Indeks Dow dan indeks S&P ditutup terkoreksi masing-masing –0,21% dan –0,14%. Sementara indeks Nasdaq ditutup menguat 0,03%. Pergerakan indeks tadi malam dipengaruhi oleh kekhawatiran investor tentang prospek pertumbuhan global. Hal tersebut didasarkan pada pandangan Dana Moneter Internasional (IMF) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2018 dan 2019 serta estimasinya untuk pertumbuhan ekonomi AS dan Tiongkok tahun 2019. Menurut IMF, AS dan Tiongkok akan merasakan ‘pukulan’ dari perang dagang antara kedua negara tersebut pada tahun depan. Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengulangi kembali ancamannya untuk memberlakukan tarif terhadap impor tambahan dari Tiongko senilai US$ 267 miliar apabila Tiongkok melakukan retaliasi atas tarif dan langkah-langkah lain yang diambil AS dalam perselihan dagangnya dengan AS. Namun pergerakan turun indeks tertahan setelah mendapat topangan dari penurunan imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun setelah lonjakannya pada pekan lalu memberi tekanan pada pasar ekuitas. Selain itu juga ditopang oleh naiknya saham sektor energi sebesar 1% dikarenakan naiknya harga minyak di tengah meningkatnya bukti penurunan ekspor minyak mentah Iran dan penutupan sebagian produksi Teluk Meksiko akibat Badai Michael. 
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,30% yang ditopang oleh melemahnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar serta aksi beli paska pelemahan indeks selama empat hari perdagangan secara beruntun.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya, namun dibayangi oleh pelemahan nilai tukar Rupiah dan sentimen pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik dan global oleh IMF. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5770/5743 - 5810/5824.
Cermati :
AKRA, ASII, BBRI, BBTN, INTP, ITMG, LPPF, RALS, TLKM
                   
BERITA EMITEN

HKMU : Memproyeksikan raihan laba bersih pada tahun 2018 sebesar Rp. 80 miliar, naik 165,78% dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp. 30,1 miliar. Perseroan melepas sebanyak 1,02 miliar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp. 230 sehingga perseroan mengantongi dana segar sebesar Rp. 235 miliar. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk memperbesar kapasitas pabrik aluminium yang dioperasikan oleh anak usahanya yakni PT. Handal Aluminium Sukses. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja baik untuk holding maupun entitas anak.
Rekomendasi : Netral

JSMR : Perseroan melalui Jasamarga Pandaan Tol akan menerbitkan instrumen investasi berupa Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra) dengan total nilai Rp. 1,5 triliun. 
Rekomendasi : Netral

MPRO : Segera merealisasikan ekspansi proyek properti setelah mengantongi dana segar dari IPO sebesar Rp. 164 miliar. Perseroan berencana menggunakan 80% dari dana hasil IPO untuk pengembangan proyek entitas anak yaitu Simprug Signature di jakarta Selatan dengan total luas area sebesar 5,2 ha pada tahun 2019. Sisanya sebesar 15% akan digunakan untuk pembangunan proyek perseroan yakni apartemen Apsara Tower 1 di Solo Baru dan sekitar 5% untuk modal kerja perseroan.
Rekomendasi : Netral

PPRO : Mengantongi nilai pemasaran atau marketing sales senilai Rp. 3,52 triliun sepanjang Januari-September 2018. Nilai tersebut setara dengan 93% dari target pra penjualan yang dipatok tahun ini yang sebesar Rp. 3,8 triliun. 
Rekomendasi : Netral

BBCA : Perseroan menyatakan bahwa pengetatan likuiditas yang melanda industri perbankan relatif tidak mempengaruhi target pertumbuhan fungsi intermediasi hingga akhir tahun 2018. Hingga akhir tahun, pertumbuhan kredit diproyeksikan dapat mencapai 12%-15%. Hingga Q3-2018, perseroan memastikan pertumbuhan kredit telah melebihi 12%. Pertumbuhan kredit tahun ini didorong oleh pertumbuhan intermediasi di segemn korporasi yang mencapai sekitar 30% dari total portofolio kredit perseroan.
Rekomendasi : Netral

NISP : Akan menerima kucuran dana sebesar Rp. 2 triliun dari International Finance Corporation seusai penerbitan Green Komodo Bond. Dana tersebut dipastikan untuk membiayai proyek hijau atau proyek berwawasan lingkungan.
Rekomendasi : Netral

BEKS : Menargetkan memperoleh dana segar sebesar Rp. 2,9 triliun guna meningkatkan permodalan dan menyehatkan neraca keuangan dari kenaikan kredit bermasalah. Penggalangan dana tersebut rencananya berasal dari penawaran saham terbatas (rights issue) yang akan dilakukan pada paruh pertama tahun 2019. Kemudian juga berasal dari divestasi saham PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk yang merupakan jatah Pemprov Banten.
Rekomendasi : Netral

SMRA : Tetap mempertahankan target marketing sales properti senilai Rp. 4 triliun hingga akhir 2018. Meskupun realisasi penjualan hingga September 2018 baru mencapai Rp. 2,22 triliun atau setara dengan 55,6% dari total target tahun ini. 
Rekomendasi : Netral

WSBP : Perseroan berencana melanjutkan ekspansi hingga tahun depan. Perseroan menargetkan kontrak baru sebesar 10 triliundi sepanjang tahun 2019. Target ini lebih tinggi dibandingkan dengan target perseroan tahun ini, yakni sebesar 6,5 triliun.
Rekomendasi : Netral

CMPP : Menghadapi pelemahan rupiah dan kenaikan harga bahan bakar perseroan tengah menyiapkan strategi. Salah satunya dengan menyesuaikan belanja modal atau capital ekpenditure. Sebelumnya, perseroan berencana mendatangkan tiga pesawat baru ke Indonesia dengan dana sebesar US$10 juta hingga US$ 15 juta. Penambahan 3 tiga pesawat tersebut tidak dengan cara membeli, melainkan menyewa.
Rekomendasi : Netral
 

Morning Meeting

Morning Note 23 Oktober 201823 Oct 2018 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 3,14 poin atau menguat 0,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 5.827,63 - 5.869,65. Sebanyak 184 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Oktober 201822 Oct 2018 08:44

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,95 poin atau tekoreksi –0.14% setelah bergerak sideways dalam range 5.796,78 - 5.861,99. Sebanyak 204 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Oktober 201819 Oct 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 23,38 poin atau terkoreksi –0,40% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.811,93 - 5.858,79. Melemahnya [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Oktober 201818 Oct 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 67,80 poin atau menguat 1,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.819,18 - 5.868,62. Sebanyak 278 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Oktober 201817 Oct 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 73,56 poin atau menguat 1,28% setelah mayoritas bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 5.719,51 - 5.800,82. Sebanyak  [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • yuk nabung saham, IDX
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF