News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 9 Oktober 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup rebound. IHSG ditutup naik 29,14 poin atau menguat 0,51% setelah bergerak sideways dalam range 5.728,64 - 5.794,43. Sebanyak 167 saham ditutup menguat, 216 saham melemah dan 123 saham stagnan. Menguatnya IHSG kemarin menjadi anomali di tengah-tengah pergerakan koreksi di bursa kawasan regional sebagai akibat tekanan dari naiknya imbal hasil obligasi AS. Penguatan IHSG juga berbanding terbalik dengan masih melemahnya nilai tukar Rupiah. Aksi beli yang dilakukan oleh investor domestik menjadi salah satu penopang penguatan IHSG setelah koreksi yang terjadi selama lima hari secara beruntun. Investor asing masih mencatatkan aksi jual yang kali ini mencapai Rp. 652 miliar.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup menguat 0,15%. Sementara indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup terkoreksi masing-masing –0,67% dan –0,04%. Melemahnya indeks tadi malam khususnya indeks Nasdaq dan S&P serta penguatan terbatas indeks Dow, salah satunya dipengaruhi oleh sentimen eksternal terkait aksi jual di pasar saham Tiongkok, sehingga memicu kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Anjloknya pasar saham Tiongkok kemarin sebesar –3,72%,  dipicu oleh kebijakan pemerintah Tiongkok yang mengumumkan pemangkasan rasio pencadangan perbankan hingga 100 bps,  demi menurunkan biaya pembiayaan dan memacu pertumbuhan di tengah-tengah perselisihan dagangnya dengan AS. Selain pasar saham, nilai mata uang Yuan juga merosot setelah rilis kebijakan Tiongkok tersebut. Kemungkinan tergerusnya pertumbuhan ekonomi global yang didorong oleh perlambatan ekonomi Tiongkok tersebut, mendorong saham sektor teknologi di AS mengalami penurunan sebesar –1,2%. Selain itu, investor di bursa AS juga menantikan musim pelaporan keuangan emiten Q3-2018 untuk melihat efek riil dari kenaikan tarif impor AS terhadap kinerja keuangan emiten.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –0,98%. Koreksi tersebut turut dipicu oleh anjloknya indeks di bursa saham Tiongkok kemarin yang memunculkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Tiongkok yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi global. Selain itu, tekanan juga datang dari menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi rawan tekanan sebagai dampak dari pelemahan indeks di bursa Tiongkok yang juga menekan pergerakan indeks global. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5729/5696 - 5795/5827.

Cermati :
UNVR, ASII, BBTN, INCO, INTP, LPPF, TPIA.
     

            
BERITA EMITEN

LPPF :  Meraih restu pemegang saham untuk membeli kembali (buyback) sebanyak-banyaknya 7% saham dengan alokasi dana maksimal Rp. 1,25 triliun untuk meningkatkan efisiensi struktur permodalan dan mendorong harga saham perseroan. Kinerja harga saham perseroan sudah undervalue dan banyak investor yang mempertanyakan pergerakan harga saham perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
SHIP : Berpotensi membukukan pertumbuhan pendapatan hingga 35% pada tahun ini sejalan dengan raihan kontrak baru yang semakin tebal. Perseroan membidik pendapatan sebesar US$ 62,52 juta pada tahun ini atau naik 35% dibanding raihan tahun 2017 yang sebesar US$ 46,31 juta. Optimistis tersebut didorong oleh kapal-kapal perseroan yang on hire tahun ini sudah sesuai jadwalnya. Baru-baru ini perseroan juga meneken perpanjangan kontrak pengangkutan migas selama 5 tahun dari Pertamina Hulu Energi senilai hampir US$ 100 juta.
Rekomendasi : Netral
 
BBTN : Menargetkan dapat merilis layanan perbankan digital secara penuh pada tahun 2020 mendatang. Perseroan saat ini masih mengembangkan digitalisasi proses dan ekosistem pendukung.
Rekomendasi : Netral
 
NISP : Segera merilis surat utang berwawasan lingkungan (green bond) senilai Rp. 2 triliun yang mana dana hasil emisi surat utang tersebut dialokasikan untuk mendanai proyek seperti water treatment dan green building.
Rekomendasi : Netral
 
BUMI : Akan mengonversi US$ 4 miliar atau 80% pendapatan tahun ini ke mata uang Rupiah. Tahun ini perseroan menargetkan bisa memperoleh pendapatan sebesar US$ 5 miliar atau sekitar Rp. 75 triliun. Perseroan juga telah memenuhi kewajiban domestic market obligation (DMO) sebesar 25%. Pendapatan dari ekspor dan penjualan di dalam negeri akan dikonversi ke Rupiah dan sisanya akan digunakan untuk belanja modal.
Rekomendasi : Netral
 
MEDC : Menjajaki investor strategis untuk menyerap penerbitan saham baru non HMETD (private placement) sebanyak-banyaknya 1.772.892.346 unit saham dengan harga pelaksanaan Rp. 868 per saham. Aksi korporasi yang ditargetkan tuntas pada tahun ini ditargetkan memberikan tambahan dana segar bagi perseroan hingga Rp. 1,54 triliun yang akan digunakan untuk keperluan umum perseroan ataupun anak usaha, yang tidak terbatas terhadap penurunan liabilitas, melakukan investasi maupun modal kerja.
Rekomendasi : Netral
 
ACES : Perseroan memastikan realisasi gerai baru sudah melampaui target. Sebelumnya perseroan menargetkan membuka 15 gerai baru pada tahun ini, namun sampai pekan lalu sudah membuka 22 gerai baru. Secara total gerai yang di kelola perseroan sebanyak 166 gerai yang tersebar di berbagai wilayah.
Rekomendasi : Netral
 
INCO : Perseroan berkomitmen mendivestasikan 20% saham. Saat ini perseroan sedang mengkaji aturan baru tentang divestasi saham perusahaan mineral dan batubara. Sesuai amandemen kontrak karya 2014, perseroan wajib mendivestasikan 40% saham, sebesar 20% saham sudah dilepas beberapa waktu lalu. Sisa divestasi 20% bakal dilakukan paling lambat oktober tahun 2019.
Rekomendasi : Netral
 
TINS : untuk menjaga target produksi, perseroan memaksimalkan penambangan di lautan dibandingkan pertambangan di darat, terutama diwilayah produksi Bangka Belitung. Sampai dengan akhir September 2018, perseroan telah memproduksi 27,400 ton bijih timah. Jumlah itu setara 84% dari target produksi 2018 sebesar 32,640 bijih ton.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 18 Desember 201818 Dec 2018 09:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 80,54 poin atau terkoreksi –1,31% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.089,31 - 6.174,22. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Desember 201817 Dec 2018 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,88 poin atau terkoreksi –0,13% setelah bergerak sideways dalam range 6.160,35 - 6.185,48. Sebanyak 221 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Desember 201814 Dec 2018 08:51

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 62,14 poin atau menguat 1,02% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.139,33 - 6.186,05. Sebanyak 255 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Desember 201813 Dec 2018 09:12

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 38,99 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.084,34 - 6.118,23. Sebanyak 236 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201812 Dec 2018 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 34,77 poin atau melemah –0,57% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.069,16 - 6.106,99. Sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF