News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 8 Oktober 2018

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin  masih melanjutkan pelemahannya untuik hari kelima secara beruntun. IHSG ditutup turun 24,68 poin atau terkoreksi –0,43% setelah bergerak dalam range 5.706,39 - 5.758,27. Sebanyak 222 saham ditutup melemah, 161 saham menguat dan 124 saham stagnan. Sebanyak tujuh sektor ditutup melemah, dengan pelemahan terbesar yakni sektor Properti, Aneka Industri dan Infrastruktur. Melemahnya IHSG tersebut masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal terkait positifnya data ekonomi AS yang mendorong naiknya imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun ke level tertingginya dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Sentimen tersebut turut mendorong aksi jual investor asing yang kembali tercatat mencapai Rp. 1,1 triliun di pasar reguler serta juga melemahkan nilai tukar Rupiah. Namun aksi beli yang dilakukan investoer domestik, mampu menahan penurunan lebih dalam dari IHSG.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,68%, Indeks Nasdaq terkoreksi –1,16% dan Indeks S&P terkoreksi –0,55%. Melemahnya indeks tersebut masih terbebani oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta juga tertekan oleh laporan data ekonomi yang kuat dimana tingkat pengangguran menurun dan upah pekerja meningkat. Dalam perdagangan pekan kemarin indeks Dow mencatatkan penurunan mingguan sebesar –0,04%, Indeks Nasdaq sebesar –3,21% dan Indeks S&P sebesar –0,97%. Bahkan penurunan indeks Nasdaq mencatatkan penurunan terbesar sejak Maret 2018. Penurunan iindeks Nasdaq didorong oleh anjloknya saham-saham sektor teknologi dan komunikasi yang sering disebut sebagai FAANG group yakni saham Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Alphabet. Data utama ketenagakerjaan AS periode September 2018 yang dirilis akhir pekan kemarin yakni Non Farm Payrolls yang tercatat turun dari 270.000 ke 134.000 (ekspektasi 185.000).  Sementara tingkat pengangguran di AS turun menjadi 3,7% yang mendekati level terendahnya dalam 49 tahun terakhir. Turunnya tingkat pengangguran tersebut sekaligus menandakan pengetatan di pasar tenaga kerja AS. Sementara upah pekerja di AS meningkat sebesar 0,3% yang menunjukkan tekanan inflasi yang moderat. Data-data tersebut mendorong tekanan pada imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun yang naik ke posisi tertingginya di level 3,248%. Hal tersebut memberikan tekanan lebih banyak ke pasar saham di AS yang diperdagangkan mendekati rekor tertingginya sekaligus meningkatkan kekhawatiran tekanan valuasi saham yang lebih tinggi menjelang musim laporan keuangan Q3-2018.
 
Dari kawasan regional pagi ini, bursa Jepang tidak melakukan aktivitas perdagangan dikarenakan libur nasional Sports Day. Untuk pergerakan indeks di bursa kawasan regional diperkirakan rawan tekanan seiring dengan positifnya data tenaga kerja AS dan naiknya imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan berpotensi mengalami teknikal rebound seiring pelemahan IHSG selama 5 hari secara beruntun, namun juga masih dibayangi oleh tekanan pelemahan nilai tukar Rupiah dan naiknya imbal hasil US Treasury. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range
5706/5680 - 5758/5784.

Cermati :
ASII, BBRI, EXCL, GGRM, LPPF, SMGR
     

          
BERITA EMITEN

GIAA : Meraih pinjaman non tunai senilai US$ 200 juta dari PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Pinjaman tersebut nantinya akan dipergunakan untuk keperluan perawatan pesawat.
Rekomendasi : Netral
 
MCAS : Tengah meningkatkan investasinya dengan melakukan penyertaan modal pada 10 perusahaan selama periode 1 Juni 2018 - 5 Oktober 2018. Adapun pekan lalu, perseroan melakukan investasi ke - 10 yakni pada PT. Ritel Cerdas Indonesia. Secara konsolidasi perseroan memiliki 90% saham Ritel Cerdas Indonesia. Aksi tersebut tidak menimbulkan dampak material tapi dapat menunjang bisnis perseroan ke depannya.
Rekomendasi : Netral
 
HITS : Optimistis bahwa penambahan kapal yang dilakukan perseroan berjalan sesuai dengan target. Tahun ini, perseroan berencana menambah empat kapal baru dan sudah terealisasi sebanyak tiga kapal. Adapun penambahan kapal tersebut diperkirakan bisa meningkatkan pendapatan perseraion 15%-20% pada tahun ini menjadi berkisar US$ 77 juta - US$ 80 juta. Begitu juga dengan laba yang ditargetkan tumbuh 15%-20% menjadi US$ 8 juta - US$ 8,4 juta.
Rekomendasi : Netral
 
INTP : Perseroan meyakini penjualan semen mencapai target yang telah di sesuaikan, yakni meningkat 6% sampai akhir tahun nanti. Volume penjualan di tahun 2017 sebesar 16,1 juta ton, maka target tahun ini mencapai 17,06 juta ton. Penjualan perseroan selama Januari – Agustus 2018 sudah mencapai 11,5 juta ton. Jumlah tersebut tubuh 9% disbandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 10,47 juta ton.
Rekomendasi : Netral
 
SRIL : Pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat turut mengerek penjualan perseroan. Dengan kondisi ini, perseroan berencana meningkatkan porsi ekspor berkisar 56%-58% hingga akhir tahun ini. Sampai akhir tahun 2018, perseroan menargetkan penjualan kotor senilai US $1 Miliar.
Rekomendasi : Netral
 
OASA : Perseroan menargetkan kontrak baru sepanjang 2018 menembus Rp 100 miliar. Sebesar 70% kontrak masih berasal dari sector listrik dan sisanya dari telekomunikasi. Perseroan menargetkan pertumbuhan di level 20%. Selama ini pendapatan jasa konstruksi masih menjadi kontributor utama dengan nilai mencapai Rp 10,28 miliar. Jumlah tersebut meningkat 5 kali lipat dari sebelumnya Rp 2 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
TBLA : Memacu penjualan biodiesel sejumlah 96.000 kiloliter hingga penghujung 2018 dengan estimasi senilai Rp. 700,80 miliar. Pada Q4-2018, perseroan mendapatkan kuota penjualan biodiesel sekitar 48.000 kiloliter.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 Oktober 201823 Oct 2018 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 3,14 poin atau menguat 0,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 5.827,63 - 5.869,65. Sebanyak 184 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Oktober 201822 Oct 2018 08:44

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,95 poin atau tekoreksi –0.14% setelah bergerak sideways dalam range 5.796,78 - 5.861,99. Sebanyak 204 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Oktober 201819 Oct 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 23,38 poin atau terkoreksi –0,40% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.811,93 - 5.858,79. Melemahnya [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Oktober 201818 Oct 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 67,80 poin atau menguat 1,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.819,18 - 5.868,62. Sebanyak 278 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Oktober 201817 Oct 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 73,56 poin atau menguat 1,28% setelah mayoritas bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 5.719,51 - 5.800,82. Sebanyak  [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • yuk nabung saham, IDX
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF