News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 5 Oktober 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 111,12 poin atau terkoreksi signifikan -1,89% setelah di sepanjang sesi perdagangan tidak beranjak dari zona koreksi dalam range 5.742,31 - 5.874,60. Sebanyak 305 saham ditutup melemah, 90 saham menguat dan 98 saham stagnan. Seluruh sektor yang diperdagangkan ditutup terkoreksi yang dipimpin oleh sektor Industri Dasar dan Keuangan. Melemahnya IHSG kemarin disebabkan sejumlah faktor. Faktor tersebut antara lain pergerakan melemah indeks di bursa kawasan regional dan naiknya imbal hasil obligasi AS setelah rilis data ekonomi AS menunjukkan hasil yang positif. Sentimen tersebut mendorong aksi jual masif oleh investor asing yang mencapai Rp. 1,16 triliun di pasar reguler serta juga memicu pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar yang menembus level > Rp. 15.100/US$.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,75%, Indeks Nasdaq terkoreksi –1,81% dan Indeks S&P terkoreksi –0,82%. Melemahnya indeks tadi malam dipicu oleh imbal hasil obligasi AS yang melanjutkan kenaikannya yang didorong oleh data ekonomi yang kuat, sehingga membangun kekhawatiran percepatan inflasi. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik ke level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir sebesar 3,232%, yang menandai lompatan harian terbesar sejak Pilpres AS pada tahun 2016 yang lalu. Lonjakan suku bunga obligasi tadi malam dipicu oleh data ekonomi AS yang terbaru yang lebih baik dari perkriraan serta juga dipicu oleh komentar dari pejabat The Fed AS. Data ekonomi yang dirilis tadi malam yakni Initial Jobless Claims yang tercatat turun dari 215.000 ke 207.000 dan Factory Orders MoM periode Agustus 2018 yang tercatat naik sebesar 2,3%. Sementara itu, Ketua The Fed AS, Jerome Powell, mengatakan pada Rabu yang lalu, bahwa The Fed memiliki jalan untuk bisa meningkatkan suku bunga acuannya mencapai tingkat netral, dimana hal tersebut menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga secara bertahap dapat berlanjut.  Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga merosot secara luas, sementara saham-saham perbankan diuntungkan dari suku bunga yang lebih tinggi.Meskipun melemah, bursa AS masih berada pada kisaran level tertingginya, yang meningkatkan kekhawatiran tentang valuasi dengan musim pelaporan kinerja kuartalan yang akan segera dimulai.  Pada perdagangan nanti malam, pelaku pasar bersiap untuk menantikan rilis data utama ketenagakerjaan AS yang diperkirakan akan lebih tinggi daripada prediksi. Pasar juga menunggu pertumbuhan upah, terutama setelah Amazon menaikkan upah minimum menjadi US$ 15 per jam pada awal pekan ini.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –0,81% yang turut tertekan oleh pelemahan indeks di bursa Wall Street serta kenaikan imbal hasil obligasi AS.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan berpotensi kembali rawan tekanan seiring dengan positifnya data ekonomi AS, naiknya imbal hasil obligasi AS dan pelemahan nilai tukar Rupiah. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5717/5677 - 5822/5877.

Cermati :
BBRI, BBNI, INCO, INTP, LPPF
 

             
BERITA EMITEN

CMNP : Berencana menerbitkan saham baru (rights issue) senilai Rp. 30 triliun di tahun 2019. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan sejumlah proyek jalan tol perseroan ke depan.
Rekomendasi : Netral
 
MEDC : Akan menerbitkan surat utang jangka menengah (MTN) IV senilai US$ 67,15 juta. Adapun tingkat bunga dari MTN VI Medco tahun 2018 tersebut sebesar 5,75% yang bersifat tetap.
Rekomendasi : Netral
 
SIAP : Melalui anak usahanya yakni PT. Indo Wana Bara Mining Coal, optimistis segera meraih izin operasional tambang batubara di Mook Manaar Bulath, Kutai Barat-Kalimantan Timur. Izin operasional tersebut sebagai bagian dari syarat untuk mencabut suspensi saham perseroan di Bursa Efek Indonesia.
Rekomendasi : Netral
 
HERO : Akan memperkuat bisnis non makanan guna meningkatkan kinerja keuangan perseroan pada tahun ini melalui gerai-gerai Guardian. Hingga semester I/2018, perseroan telah menambah sembilan gerai Guardian.
Rekomendasi : Netral
 
POLY : Berencana kembali mengoperasikan pabrik purified therephalid acid atau PTA pada tahun 2019, setelah sempat memberhentikan fasilitas produksi bahan baku serat dan benang fileman itu pada tahun 2015 yang lalu setelah anjloknya harga PTA dan melambungnya harga bahan bakar gas.
Rekomendasi : Netral
 
PTBA : Perseroan berupaya menggali peluan pasar ekspor baru. Langkah ini ditempuh  untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tiongkok. Pada semester I-2018, penjualan ke tiongkok mencapai 18,3% dari total penjualan batubara perseroan. Kedepan, porsi penjualan ke kawasan ASEAN aakan terus ditingkatkan. Selain pasar ASEAN, perseroan mengincar peningkatan penjualan ke Jepang dan Taiwan seiring  rencana perseroan mendongkrak penjualan batubara berkalori tinggi.
Rekomendasi : Netral
 
DSFI : Kinerja perseroan terganggu cuaca buruk yang melanda lautan. Pada kuartal III-2018, perseroan mencatatkan pendapatan Rp 453,02 miliar atau turun 8,14% dari periode sama tahun lalu yang senilai Rp 493,2 miliar. Penurunan pendapatan tersebut dikarenakan buruknya cuaca dilaut selama periode Juli-September 2018. Gelombang yang tinggi dan badai menyurutkan hasil tangkapan ikan para nelayan.
Rekomendasi : Netral
 
CLEO : Perseroan memproyeksikan penjualan meningkat hingga double digit. Target itu didukung dengan ekspansi jaringan distribusi. Perseroan optimis bias memenuhi target omset sebesar 1 triliun, target itu tumbuh 63% dibandingkan penjualan tahun lalu.
Rekomendasi : Netral
 
IPO : PT. Cahayaputra Asia Keramik Tbk menargetkan perolehan dana hasil penawaran umum (IPO) saham berkisar Rp. 39 miliar - Rp. 60 miliar. Perseroan itu akan melepas maksimal 300 juta unit saham atau 24,93% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan harga penawaran Rp. 130 - Rp. 200 per saham. Dana hasil IPO akan digunakan untuk melunasi fasilitas kredit bank, pembelian mesin dan instalasinya serta menyelesaikan pembangunan gudang produksi.

Morning Meeting

Morning Note 18 Desember 201818 Dec 2018 09:41

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 80,54 poin atau terkoreksi –1,31% setelah hampir di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.089,31 - 6.174,22. Sebanyak [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Desember 201817 Dec 2018 08:48

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,88 poin atau terkoreksi –0,13% setelah bergerak sideways dalam range 6.160,35 - 6.185,48. Sebanyak 221 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 Desember 201814 Dec 2018 08:51

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 62,14 poin atau menguat 1,02% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.139,33 - 6.186,05. Sebanyak 255 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 Desember 201813 Dec 2018 09:12

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 38,99 poin atau menguat 0,64% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 6.084,34 - 6.118,23. Sebanyak 236 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 Desember 201812 Dec 2018 09:18

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 34,77 poin atau melemah –0,57% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 6.069,16 - 6.106,99. Sebanyak tujuh [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF