News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 3 September 2018

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 0,50 poin atau terkoreksi tipis –0,01% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range –5.940,65 - 6.018,46. Sebanyak 228 saham melemah, 146 saham menguat dan 124 saham stagnan. Pergerakan IHSG tersebut sempat mengalami tekanan yang cukup signifikan dimana IHSG secara intra day sempat terkoreksi hingga –1,30% sebagai akibat maraknya sentimen negatif. Sentimen negatif yang berasal dari eksternal yakni antara lain meningkatnya eskalasi perang dagang setelah AS berencana mempercepat pemberlakukan tarif impor tambahan senilai US$ 200 miliar terhadap Tiongkok. Sentimen lainnya datang dari krisis mata uang yang melanda Turki dan Argentina. Pelemahan tersebut juga berdampak terhadap nilai tukar Rupiah yang sempat melemah menembus level Rp. 14.800/US$. Namun IHSG mampu rebound menjelang akhir perdagangan dan bertahan di penutupan di atas level 6.000 dengan dipimpin oleh sektor Industri Dasar dan Consumer.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup bervariasi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,09%. Sementara indeks Nasdaq dan indeks S&P ditutup menguat masing-masing 0,26% dan 0,01%. Terbatasnya pergerakan indeks akhir pekan tersebut salah satunya didorong oleh tidak adanya hasil dari perundingan dagang yang dilakukan antara AS dengan Kanada. Menurut Wall Street Journal, pembicaraan dagang yang sedianya ditujukan untuk merundingkan kembali Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), berakhir tanpa adanya kesepakatan di antara kedua belah pihak. Faktor tersebut menimbulkan kegelisihan pelaku pasar terhadap perang dagang, setelah sebelumnya dilaporkan bahwa Presiden Donald Trump bersiap untuk memberlakukan tarif tambahan impor senilai US$ 200 miliar terhadap Tiongkok segera setelah tercapainya kesepakatan dagang dengan Mekskio serta setelah selesainya perundingan dagang antara AS dan Kanada. Di sisi lain, penguatan indeks Nasdaq dan S&P, terbantu oleh naiknya saham Apple sebesar 1,2% dan merupakan reli beruntun selama lima sesi perdagangan dan saham Amazon naik 0,5% dikarenakan investor memandang Amazon akan segera mendekati kapitalisasi pasar senilai US$ 1 triliun.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –0,20%. Melemahnya indeks Nikkei tersebut tampaknya dipengaruhi oleh faktor tidak adanya kesepakatan dagang antara AS dengan Kanada, ancaman tarif impor tambahan sebesar US$ miliar dari AS kepada Tiongkok dan menguatnya nilai tukar Yen terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan rawan akan tekanan eksternal seperti krisis mata uang yang melanda sejumlah negara, eskalasi perang dagang yang meningkat, penurunan harga komoditas dunia  dan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5966/5914 - 6044/6070.

Cermati :
TPIA, AALI, EXCL, GGRM, PGAS,
     

              
BERITA EMITEN

DSFI : Meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan dikarenakan pelanggan perseroan ingin melakukan penyetokan menjelang natal. Hal tersebut disebabkan perseroan mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor. Hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan penjualan sebanyak 8.828 ton dengan  nilai mencapai Rp. 717,65 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
META : Meraih persetujuan pemegang saham untuk melangsungkan penambahan modal tanpa melalui HMETD maksimum 10% saham atau sebanyak 1.523.567.188 saham. Perseroan berniat menggunakan dana tersebut untuk memperkuat bisnis anak usaha seperti di bidang kelistrikan. Untuk mendukung rencana perseroan di bidang listrik, perseroan terbuka untuk pertumbuhan organic maupun melalui akuisisi. Saat ini perseroan melalui anak usahanya yakni PT. Energi Infranusantara, sedang menjajaki potensi pengembangan usaha dan akuisisi pembangkit tenaga listrik di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.
Rekomendasi : Netral
 
SIDO : Menargetkan perolehan laba bersih mencapai Rp. 600 miliar pada tahun ini yang didasarkan pada rencana peningkatan kapasitas dan penjualan domestik maupun ekspor. Perseroan akan melakukan penambahan kapasitas hingga 100 juta sachet per bulan. Sementara porsi ekspor ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 5% beberpa tahun mendatang, antara lain ke Filipina dan Nigeria.
Rekomendasi : Netral
 
MAPA : Mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 278 miliar di semester I-2018 atau meningkat 43% dibanding semester I-2017 yang sebesar Rp. 195 miliar. DI semester I-2018 perseroan mengakuisisi dua merek dagang yakni merek Lego dan Clarks, untuk memperkuat fokus perseroan dan meningkatkan pertumbuhan bisnis. Sementara pendapatan bersih mencapai Rp. 2,9 triliun atau naik 23% dari sebelumnya sebesar Rp. 2, 4 triliun. Laba usaha meningkat 54% menjadi Rp. 393 miliar dengan margin 13,5% dibanding semester I-2017 yang sebesar Rp. 255 miliar dengan margin 10,8%.
Rekomendasi : Netral
 
GJTL : Menargetkan kenaikan kapasitas produksi hingga 1.500 ban per hari. Perseroan berencana menaikkan hampir dua kali lipat kapasitas produksi dari saat ini sekitar 2.000 ban per hari menjadi 3.500 ban per hari. Hingga akhir semester I-2018, kapasitas terpasang pabrik perseroan untuk produk ban radiasi mobil penumpang mencapai 55.000 ban per hari dengan kapasitas tersedia sebesar 45.500 ban perhari atau sekitar 71%. Porsi ekspor saat ini masih sekitar 35% dan diharapkan naik menjadi sekitar 40%. Untuk belanja modal, perseroan menyiapkan sekitar US$ 30 juta - US$ 40 juta untuk melakukan perawatan rutin mesin pabrik. Perseroan juga berencana melakukan pembangunan fasilitas baru pada tahun 2019 mendatang untuk mengantisipasi proses radialisasi ban truk dan ban bus dalam waktu dekat.
Rekomendasi : Netral
 
PTRO : Membukukan kenaikan laba bersih sebesar 59,96% dari US$ 140,63 juta pada semester I-2017 menjadi US$ 205,83 juta pada semester I-2018. Perolehan tersebut ditopang oleh kenaikan total pendapatan sebesar 46,36%
Rekomendasi : Netral
 
IPO : PT. Oto Trans Indo tengah bersiap untuk melangsungkan penawaran umum perdana (IPO) saham pada Oktober 2018. Perseroan bergerak di bidang penyedia jasa rental kendaraan dan melangsungkan IPO untuk mendukung kebutuhan modal kerja.

Morning Meeting

Morning Note 21 November 201821 Nov 2018 08:49

IHSG di perdagangan Senin, awal pekan kemarin sebelum libur, mengakhiri penguatan beruntunnya dan ditutup terkoreksi. IHSG ditutup turun 7,05 poin atau terkoreksi –0,12% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 November 201816 Nov 2018 09:05

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. IHSG di tutup naik 97,44 poin atau menguat 1,66% setelah di sepanjang sesi perdagangan [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 November 201814 Nov 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 58,15 poin atau menguat 1,01% setelah bergerak sideways dalam range 5.747,53 - 5.850,38. Sebanyak 168 saham ditutup menguat, 188 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 November 201813 Nov 2018 09:10

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 97,10 poin atau melemah –1,65% setelah bergerak melemah di hampir sepanjang sesi perdagangan. [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 November 201812 Nov 2018 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin mengakhiri rally-nya selama delapan hari beruntun dan ditutup terkoreksi signifikan. IHSG ditutup turun 102,65 poin atau terkoreksi –1,72% [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF