News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 31 Agustus 2018

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 46,19 poin atau terkoreksi –0,76% setelah bergerak sideways dalam range 6.013,37 - 6.086,94. Sebanyak 223 saham ditutup melemah, 145 saham menguat dan 124 saham stagnan. IHSG mengawali perdagangan dengan penguatan dan sempat menguat hingga –0,36% secara eksternal merespon penguatan indeks di bursa Wall Street setelah sikap optimisme investor terhadap pembicaraan perdagangan antara AS dengan Kanada, serta rilis data tafsiran pertumbuhan ekonomi AS Q2-2018 yang direvisi naik menjadi 4,2%. Namun positifnya data pertumbuhan ekonomi AS tersebut berdampak pada menguatnya nilai tukar US Dollar yang berdampak pada pelemahan mata uang negara-negara berkembang. Nilai tukar Rupiah turut mendapatkan tekanan tersebut dan menembus di atas level Rp. 14.700/US$ kemarin. Selain itu pergerakan IHSG dibayangi oleh krisis mata uang, yang sebelumnya melanda Turki dan yang terbaru adalah krisis mata uang di Argentina dan India.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam mengakhir relinya dengan ditutup melemah. Indeks Dow ditutup melemah –0,53%, Indeks Nasdaq melemah –0,26% dan Indeks S&P melemah –0,44%. Tekanan jual yang mendorong indeks melemah kemarin dipicu oleh munculnya laporan Bloomberg yang menyebutkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, ingin memberlakukan tarif yang diusulkannya terhadap impor tambahan dari Tiongkok senilai US$ 200 miliar impor pada awal pekan depan, atau lebih cepat dari yang diperkirakan. Hal tersebut mendorong semakin memanasnya perselisihan dagang antara AS dengan Tiongkok. Laporan tersebut juga beriringan dengan upaya berkelanjutan oleh Kanada dan AS untuk merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) menjelang tenggat waktu yang ditetapkan pada akhir pekan ini. Dari sisi data ekonomi, pengukur inflasi pilihan The Fed AS yakni Core PCE Price Index YoY, untuk periode Juli 2018, membukukan kenaikan 2% secara tahunan, menyentuh target bank sentral dan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka melemah –0,60% yang mana sentimen perang dagang menjadi penekan indeks Nikkei setelah adanya laporan Bloomberg yang menyebutkan bahwa AS akan segera memberlakukan tarif impor terbaru sebesar US$ 200 miliar terhadap Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik akhir pekan ini, IHSG diperkirakan berpotensi tertekan seiring maraknya sentimen negatif eksternal dan melemahnya nilai tukar Rupiah. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5992/5966 - 6065/6112
Cermati :

BBTN, BJBR, EXCL, GGRM, INDF, PTBA, RALS.
  

                
BERITA EMITEN

ADRO : Melalui PT. Adaro Power, akan gencar menggarap pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) yang berbasis biosolar, biomassa, geotermal, maupun pembangkit listrik dengan tenaga sampah (waste to energy). Sebagai langkah awal, perseroan terbuka menggarap beberapa proyek tersebut dengan menggandeng mitra strategis.
Rekomendasi : Netral
 
TBIG : Membukukan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp. 2,07 triliun dan Rp. 1,79 triliun per semester I-2018 yang didukung oleh upaya perseroan utnuk melakukan ekspansi organic dan anorganik. Per Juni 2018, perseroan memiliki 23.794 penyewaan dan 13.821 site telekomunikasi.
Rekomendasi : Netral
 
MOLI : Akan memfokuskan efisiensi biaya guna menopang kenaikan laba bersih tahun ini. Perseroan membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 30% dibandingkan laba tahun berjalan 2017 sebesar Rp. 87,62 miliar. Tahun ini pendapatan perseroan diperkirakan hanya tumbuh tipis berkisar 3%-4% atau menjadi Rp. 1,1 triliun. Hal tersebut diakibatkan oleh utilisasi pabrik ethanol perseroan sudah hampir mencapai 100% sehingga tidak mungkin bagi perseroan untuk menaikkan keuntungan dengan mengandalkan pertumbuhan pendapatan.
Rekomendasi : Netral
 
KLBF : Berambisi mengembangkan bisnis di wilayah Asia dan Timur Tengah. Perseroan tengah membangun pabrik di Myanmar dan tengah menjajaki pembentukan perusahaan patungan untuk menggarap bisnis obat herbal di India. Perseroan berharap kontribusi pendapatan dari bisnis di luar negeri dapat mencapai Rp. 1 triliun atau berkontribusi sekitar 6% terhadap total pendapatan perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
BMRI : Mengubah fokus penyaluran kredit dari yang berisiko tinggi ke berisiko rendah seperti korporasi besar dan konsumer. Pada semester II-2018 perseroan memproyeksikan pertumbuhan kredit korporasi mencapai 15% secara tahunan. Hingga Juli 2018, penyaluran kredit perseroan mencapai Rp. 668,32 triliun atau tumbuh 11,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp. 600,34 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
BBRI : Tenga menunggu restu regulator untuk menambah satelit baru guna menjangkau seluruh jaringan di Indonesia. Saat ini utlisasi BRIsat sudah mencapai 100% namun cakupan jaringan satelit baru 70% di seluruh wilayah di Indonesia.
Rekomendasi : Netral
 
IPO : PT. Garudafood Putra Putri Jaya,  yang merupakan anak usaha Tudung Group yang bergerak di bidang manufaktur dan pemasaran makanan ringan, biscuit, manisan, makanan pokok dan produk susu, memutuskan untuk melangsungkan penawaran umum perdana (IPO) saham dengan melepas 10,43% atau ekuivalen 762,84 juta saham dengan range harga Rp. 1.100 - Rp. 1.400 per saham.

Morning Meeting

Morning Note 21 November 201821 Nov 2018 08:49

IHSG di perdagangan Senin, awal pekan kemarin sebelum libur, mengakhiri penguatan beruntunnya dan ditutup terkoreksi. IHSG ditutup turun 7,05 poin atau terkoreksi –0,12% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 November 201816 Nov 2018 09:05

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. IHSG di tutup naik 97,44 poin atau menguat 1,66% setelah di sepanjang sesi perdagangan [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 November 201814 Nov 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 58,15 poin atau menguat 1,01% setelah bergerak sideways dalam range 5.747,53 - 5.850,38. Sebanyak 168 saham ditutup menguat, 188 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 November 201813 Nov 2018 09:10

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 97,10 poin atau melemah –1,65% setelah bergerak melemah di hampir sepanjang sesi perdagangan. [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 November 201812 Nov 2018 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin mengakhiri rally-nya selama delapan hari beruntun dan ditutup terkoreksi signifikan. IHSG ditutup turun 102,65 poin atau terkoreksi –1,72% [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF