News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 20 Agustus 2018

IHSG di perdagangan Kamis pekan kemarin sebelum libur kemerdekaan Indonesia, ditutup terkoreksi. IHSG ditutup turun 32,79 poin atau terkoreksi –0,56% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.743,49 - 5.811,63. Sebanyak 243 saham ditutup melemah, 135 saham menguat dan 128 saham stagnan. Sebanyak enam sektor ditutup terkoreksi yang dipimpin oleh sektor Infrastruktur dan Keuangan. Sementara empat sektor lainnya. Secara intra day IHSG sempat terkoreksi hingga –1,26%. Melemahnya IHSG tersebut masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal terkait meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dengan mitra dagangnya. Laporan terakhir menyebutkan bahwa Turki membalas kebijakan tarif impor AS dengan menerapkan tarif dua kali lipat terhadap produk-produk impor yang berasal dari AS dan sikap Tiongkok yang melaporkan kebijakan perdagangan AS ke WTO. Selain itu melemahnya nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh level Rp. 14.700/US$ turut membebani pergerakan IHSG.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,43%, Indeks Nasdaq menguat 0,13% dan Indeks S&P menguat 0,33%. Menguatnya indeks tersebut ditopang oleh optimisme pelaku pasar terhadap rencana pembicaraan antara AS dengan Tiongkok yang direncanakan akan digelar pada pekan ini. Dilansir oleh Reuters, perang dagang yang berlangsung antara AS dengan Tiongkok disinyalir kini mulai menemukan titik temu. Menurut pernyataan Kementerian Perdagangan Tiongkok, delegasi Tiongkok yang dipimpin oleh Wakil Menteri Perdagangan, Wang Shouwen, akan bertemu dengan perwakilan dagang AS. The Wall Street Journal melaporkan bahwa pembicaraan tersebut akan berlangsung di Washington pada 21 dan 22 Agustus 2018 mendatang. Selain itu, mitra dagang utama lainnya AS yakni Meksiko, melalui menteri Ekonominya yakni Ildefonso Guajardo, mengatakan bahwa dirinya berharap dapat menyelesaikan isu-isu bilateral luar biasa tentang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) pada pertengahan pekan ini. Saham-saham industri yang rentan terhadap isu perang dagang memimpin kenaikan indeks S&P dan Dow.  Namun penguatan indeks Nasdaq tertahan oleh melemahnya saham-saham seperti Facebook, Alphabet, Netflix dan Amazon. Smentara Apple mencatatkan penguatan sebesar 2,0% ke penutupan tertingginya sepanjang masa.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –0,01% yang tertekan oleh menguatntya nilai tukar Yen terhadap US Dollar dan sikap kehati-hatian investor terhadap rencana pertemuan delegasi dagang AS dan Tiongkok.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan berpotensi untuk menguat secara terbatas. IHSG awal pekan ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5747/5711 - 5815/5847.

Cermati :
UNVR, AALI, AKRA, ASII, BBRI, BMRI, EXCL, ICBP, ITMG, PGAS, SMGR, TLKM.
        

BERITA EMITEN

SMGR : Volume penjualan perseroan di bulan Juli 2018 tumbuh 11,4% secara tahunan dan sejalan dengan proyeksi kinerja yang lebih baik pada semester II-2018. Perseroan mencatatkan kenaikan penjualan di Juli 2018 dari 2,24 juta ton menjadi 2,50 juta ton. Sedangkan untuk total penjualan di sepanjang Januari-Juli 2018 tumbuh 0,8% secara tahunan dari 14,21 juta ton menjadi 14,32 juta ton. Sementara dari sisi ekspor mengalami penurunan dari 214.380 ton menjadi 186.860 ton.
Rekomendasi : Netral
 
HOKI : Siap menambah kapasitas beras untuk pabrik di Subang hingga lebih dari 66% pada akhir tahun 2018. Pabrik perseroan yang berlokasi di Subang berkapasitas 30 ton per jam dan akan ditingkatkan menjadi 50 ton per jam. Perseroan juga telah menyerap belanja modal sekitar Rp. 45 miliar pada semester I-2018 yang digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik di Sumatera Selatan sekitar Rp. 30 miliar dan pabrik beras di Ogan Komering Ilir senilai Rp. 15 miliar. Pabrik tersebut ditargetkan dapat rampung pada akhir tahun 2019 dengan kapasitas 40 ton per jam.
Rekomendasi : Netral
 
ANDI : Akan menggunakan dana hasil IPO untuk membangun pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas 45 ton/jam dengan investasi mencapai Rp. 135 miliar dan diharapkan dapat rampung dalam 2 tahun-2,5 tahun. Saat ini perseroan memiliki satu PKS dengan kapasitas 40 ton/jam untuk mengolah tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit dengan tingkat utilisasi pabrik sudah mencapai 90%-95% di atas rerata utilisasi normal sekitar 70%.
Rekomendasi : Netral
 
BBTN : Tengah mempertimbangkan sejumlah alternative sumber pendanaan termasuk pinjaman bilateral dan sekuritisasi aset untuk memenuhi kebutuhan wholesale funding yang mencapai Rp. 18 triliun pada tahun ini. Perseroan masih memiliki kebutuhan dana sekitar Rp. 8 triliun - Rp. 9 triliun, namun belum menentukan opsi pendanaan yang akan diambil.
Rekomendasi : Netral
 
BCAP : Mendapatkan restu dari pemegang saham atas dua aksi korporasi. Aksi korporasi tersebut yakni perseroan akan membagi saham bonus dengan rasio 1:6 dan berencana memecah nilai saham(Stock split) dengan rasio 1:2. Tujuannya adalah untuk membuat harga saham perseroan lebih terjangkau dan likuiditasnya meningkat.
Rekomendasi : Netral
 
AISA : Dewan Direksi perseroan menilai ketidaksahan keputusan rapat dewan komisaris perseroan pada 10 Agustus 2018 yang lalu. Sebab rapat tersebut tidak sesuai dengan hasil keputusan RUPST pada 27 Juli 2018 yang lalu. Dewan Komisaris perseroan sebelumnya menggelar rapat dengan keputusan pergantian dewan direksi dan minta dewan direksi untuk mengembalikan seluruh aset dan dokumen perseroan.
Rekomendasi : Netral
 
MAGP : Sedang gencar menjajaki sumber pendanaan baru  dari perbankan maupun non perbankan yang bertujuan untuk memperkuat modal kerja perseroan ke depannya. Pemegang saham perseroan telah menyetujui penjaminan lebih dari 50% total aset atau kekayaan bersih perseroan untuk mendapatkan pendanaan. Penjaminan akan dilaksanakan apabila diisyaratkan oleh pemberi dana.
Rekomendasi : Netral
 
TOWR : Memperkirakan pertumbuhan pendapatan hingga dua kali lipat pada semester II-2018 seiring dengan dirampungkannya akusisi PT. Komet Infra Nusantara (KIN). Perseroan juga berencana melaksanakan pembelian kembali (buyback) sebanyak 2.550.573.125 saham atau setara dengan 5% dari jumlah saham yang beredar, setelah sebelumnya telah melaksanakan pemecahan nilai saham (Stock split) dengan rasio 1:5.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 21 November 201821 Nov 2018 08:49

IHSG di perdagangan Senin, awal pekan kemarin sebelum libur, mengakhiri penguatan beruntunnya dan ditutup terkoreksi. IHSG ditutup turun 7,05 poin atau terkoreksi –0,12% setelah [ ... ]

Read more...
Morning Note 16 November 201816 Nov 2018 09:05

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari ketiga secara beruntun. IHSG di tutup naik 97,44 poin atau menguat 1,66% setelah di sepanjang sesi perdagangan [ ... ]

Read more...
Morning Note 14 November 201814 Nov 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 58,15 poin atau menguat 1,01% setelah bergerak sideways dalam range 5.747,53 - 5.850,38. Sebanyak 168 saham ditutup menguat, 188 saham melemah [ ... ]

Read more...
Morning Note 13 November 201813 Nov 2018 09:10

IHSG di perdagangan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. IHSG ditutup turun 97,10 poin atau melemah –1,65% setelah bergerak melemah di hampir sepanjang sesi perdagangan. [ ... ]

Read more...
Morning Note 12 November 201812 Nov 2018 08:55

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin mengakhiri rally-nya selama delapan hari beruntun dan ditutup terkoreksi signifikan. IHSG ditutup turun 102,65 poin atau terkoreksi –1,72% [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • Yuk Nabung Saham
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF