News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 6 Agustus 2018

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 4,19 atau melemah tipis –0,07% setelah bergerak sideways dalam range yang ketat di level 5.994,04 - 6.023,47. Sebanyak 205 saham ditutup melemah, 168 saham menguat dan 115 saham stagnan. Melemahnya IHSG tersebut masih didorong oleh aksi profit taking yang dibayangi oleh aksi beli yang hampir seimbang sehingga menyebabkan terbatasnya pergerakan IHSG. Selain itu, minimnya sentimen positif domestik maupun eksternal juga mempengaruhi pergerakan melemah IHSG.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,54%, Indeks Nasdaq menguat 0,12% dan Indeks S&P menguat 0,46%. Pergerakan indeks akhir pekan kemarin dibayangi oleh kekhawatiran terhadap tensi perang dagang yang semakin meningkat antara AS dengan Tiongkok setelah Tiongkok melakukan tindakan balasan dengan mengusulkan tarif baru impor terhadap produk-produk yang berasal dari AS senilai US$ 60 miliar dimana produk-produk tersebut termasuk gas alam cair (LNG) dan beberapa pesawat serta sekitar 5.207 item produk lainnya. Tindakan balasan tersebut dilakukan setelah Presiden Trump mengusulkan tarif sebesar 25% terhadap impor dari Tiongkok senilai US$ 200 miliar. Saham-saham yang sensitif terhadap perang dagang mengalami pelemahan yakni antara lain Caterpillar dan Boeing yang turun masing-masing –0,4% dan –0,7%. Sementara saham produsen LNG yakni Cheniere Energy turun –2,2%. Namun sentimen tersebut diredam oleh laporan laba sejumlah emiten yang melampaui ekspektasi seperti saham Kraft Heinz yang naik 8% dan Take Two yang naik 10,5%. Sementara itu, dari sisi data ekonomi yang dirilis akhir pekan kemarin menunjukkan hasil yang bervariasi. Data periode Juli 2017 tersebut yakni Average Hourly Earnings MoM yang tercatat sebesar 0,3% (sesuai dengan ekspektasi), Unemployment Rate tercatat turun dari 4% ke 3,9% (sesuai ekspektasi) dan Non Farm Payrolls yang tercatat turun dari 248.000 ke 157.000 (dibawah ekspektasi yang sebesar 190.000). Di sisi lain, Neraca Perdagangan AS di periode Juni 2018 mengalami lonjakan defisit sebesar 7,3% dari defisit US$ 43,2 miliar menjadi defisit US$ 46,3 miliar, yang merupakan peningkatan defisit terbesar sejak November 2016.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,05% yang didorong oleh penguatan indeks di bursa Wall Street akhir pekan kemarin dan pergerakan nilai tukar Yen yang cenderung stabil terhadap US Dollar.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan wait & see terhadap data pertumbuhan ekonomi Indonesia Q2-2018 yang dibayangi oleh aksi profit taking. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range  5993/5979 - 6022/6037
Cermati :
UNVR, BBNI, BBTN, BBRI, BMRI, EXCL, PGAS, TPIA
 
BERITA EMITEN

MPMX : Membukukan laba bersih sebesar Rp. 4,2 triliun di sepanjang semester I-2018, naik signifikan dibanding semester I-2017 yang sebesar Rp. 323,03 triliun. Sementara pendapatan bersih tumbuh 7% dari Rp. 7,03 triliun menjadi Rp. 7,55 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
MDIA : Menyampaikan informasi tambahan ketiga mengenai pembayaran dividen. Hal tersebut terungkap dalam pengumuman KSEI pada akhir pekan lalu. KSEI menyatakan bahwa perseroan telah menyerahkan dana pembayaran dividen secara penuh kepada KSEI sehingga pembayaran dividen perseroan akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2018. Perseroan memutuskan membagikan dividen sebesar Rp. 109 miliar atau sekitar 20% dari laba bersih tahun 2017 yang mencapai Rp. 550,34 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
WIKA : Menaikkan target keuangan tahun 2018 sejalan dengan kemampuan keuangan perseroan serta sejumlah proyek yang masih membidik. Target kontrak baru direvisi dari Rp. 57,24 triliun menjadi Rp. 58,11 triliun. Target pendapatan direvisi dari Rp. 39,43 triliun menjadi Rp. 39,48 triliun. Dan proyeksi laba bersih perseroan direvisi dari Rp. 1,96 triliun menjadi Rp. 2,03 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
ZINC : Bersiap untuk mengakuisisi saham proyek smelter seng dan pengolahan seng oksida di Pangkalan Bun-Kalimantan Tengah dengan proyeks menambah laba hingga mencapai Rp. 173 miliar. Untuk rencana tersebut, perseroan telah menggandeng Merlion Resources Holding Limited (MRHL). Akuisisi proyek tersebut diharapkan rampung dalam 6 bulan ke depan dengan pengoperasian pada akhir 2020 atau awal 2021.
Rekomendasi : Netral
 
ELSA : Hingga Juni 2018, perseroan telah mengantongi jasa minyak dan gas sebesar Rp. 1,1 triliun yang mana mayoritas kontrak berasal dari PT. Pertamina (Persero). Perseroan juga berharap bisa terlibat di Blok Rokan setelah Kementerian ESDM telah mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina. Sebelumnya perseroan sudah dilibatkan oleh Pertamina di Blok Mahakam. Hingga semester I-2018 perseroan telah membelanjakan dana sebesar Rp. 344 miliar dari total alokasi belanja modal tahun 2018 yang sebesar Rp. 800 miliar. Dana tersebut digunakan untuk belanja peralatan seismic offshore. Di sepanjang tahun 2018, perseroan mengincar pertumbuhan kinerja 10%-15%.
Rekomendasi : Netral
 
POWR : Masih optimis dengan target penambahan 100 pelanggan listrik baru di sepanjang tahun 2018. Hingga semester I-2018, perseroan telah menambah sebanyak 31 pelanggan baru. Target utama pelanggan perseroan adalah perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Cikarang-Jawa Barat.
Rekomendasi : Netral
ANTM : Tengah mencari mitra proyek smelter di Papua yang membutuhkan dana investasi mencapai US$ 1 miliar. Perseroan berencana membangun smelter di wilayah Sorong-Papua Barat. Smelter tersebut nantinya berfungsi untuk mengolah bijih nikel produksi pulau Gag, Raja Ampat-Papua Barat. Hingga kini perseroan dalam tahap menggelar lelang terbatas. Sudah ada empat perusahaan yang mengikuti lelang smelter tersebut dimana tiga diantaranya berasal dari Tiongkok dan satu perusahaan berasal dari Filipina.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 Oktober 201823 Oct 2018 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 3,14 poin atau menguat 0,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 5.827,63 - 5.869,65. Sebanyak 184 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Oktober 201822 Oct 2018 08:44

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,95 poin atau tekoreksi –0.14% setelah bergerak sideways dalam range 5.796,78 - 5.861,99. Sebanyak 204 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Oktober 201819 Oct 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 23,38 poin atau terkoreksi –0,40% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.811,93 - 5.858,79. Melemahnya [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Oktober 201818 Oct 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 67,80 poin atau menguat 1,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.819,18 - 5.868,62. Sebanyak 278 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Oktober 201817 Oct 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 73,56 poin atau menguat 1,28% setelah mayoritas bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 5.719,51 - 5.800,82. Sebanyak  [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • yuk nabung saham, IDX
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF