News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 1 Agustus 2018

IHSG di perdagangan kemarin mengakhiri relinya selama tujuh hari secara beruntun. IHSG ditutup turun 91,49 poin atau terkoreksi –1,51% setelah disepanjang sesi perdagangan bergerak melemah serta secara intra day sempat terkoreksi hingga –1,94%. Sebanyak 271 saham ditutup melemah, 129 saham menguat dan 98 saham stagnan. Sementara itu sebanyak 9 sektor ditutup melemah yang dipimpin oleh sektor Infrastruktur dan Pertambangan, sementara sektor Aneka Industri yang ditopang oleh saham ASII, menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Melemahnya IHSG kemarin disebabkan oleh beberapa faktor yakni antara lain aksi profit taking, rilis kinerja keuangan emiten yang kurang memuaskan serta sentimen dosmetik terkait dibatalkannya rencana pencabutan alokasi batu bara untuk dalam negeri (DMO/domestic market obligation) oleh Presiden Joko Widodo.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan tadi malam ditutup menguat. Indeks Dow ditutup menguat 0,43%, Indeks Nasdaq menguat 0,55% dan Indeks S&P menguat 0,49%. Menguatnya indeks tadi malam salah satunya didorong oleh kenaikan saham sektor industri menyusul kabar negosiasi perdagangan terbaru antara AS dengan Tiongkok. Kabar tersebut datang dari laporan Bloomberg bahwa Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu He, sedang menjajaki cara-cara untuk mendinginkan perang tarif antara AS dan Tiongkok. Sentimen tersebut mendorong saham sektor Industri naik 2,1% dalam komponen indeks S&P. Saham sektor kesehatan juga turut menopang penguatan indeks dengan naik 1,0% setelah serangkaian laporan keuangan yang positif. Sementara itu saham Apple naik lebih dari 2% dalam aftermarket trading setelah membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi yang didorong oleh penjualan iPhone dengan harga lebih tinggi. Selain itu, The Fed AS akan memulai pertemuannya untuk membahas kebijakan suku bunga. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya meskipun data ekonomi yang kuat serta meningkatnya inflasi dan kemungkinan The Fed yang akan tetap mengarah pada rencana kenaikan suku bunga acuan sebanyak dua kali lagi di semester II-2018. Sentimen lainnya penguat indeks datang dari data ekonomi periode Juni 2018 yang positif. Data tersebut yakni Personal Income MoM dan Personal Spending MoM yang masing-masing tercatat naik 0,4%. Data lainnya yakni Core PCE Price Index YoY yang tercatat naik 1,9%, yang sangat dekat dengan target inflasi 2% The Fed.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka menguat 0,39% yang ditopang oleh laporan pendapatan yang positif dari sejumlah emiten besar serta mengabaikan peruibahan kecil dari Bank of Japan terhadap kebijakan moneternya.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan berpotensi masih rawan akan tekanan. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam range 5893/5850 - 5996/6056.

Cermati :
ASII, GGRM, INDF, LPPF, MAPI, PTBA, TPIA, UNVR.
 

            
BERITA EMITEN

PGAS : Mempertimbangkan opsi sekuritisasi sebagai alternative sumber pendanaan di luar metode konvensional. Langkah penggalangan dana yang direncanakan terbatas kepada tahapan pembentukan holding BUMN Migas.
Rekomendasi : Netral
 
BWPT : Berhasil mencatatkan laba bersih di semester I-2018 setelah membukukan kerugian sejak tahun 2015. Di semester I-2018, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp. 2 miliar, berbalik dari rugi bersih sebesar Rp. 128,2 miliar di semester I-2017. Peningkatan laba bersih tersebut seiring dengan kenaikan produksi tandan buah segar pada semester I-2018 yang mencapai 718.000 ton atau meningkat 15% dibanding semester I-2017. Namun meski demikian, pendapatan perseroan turun 6% menjadi Rp. 1,4 triliun yang sebagian besar disebabkan oleh tertundanya pengiriman atau pengambilan CPO sehubungan dengan libur panjang yang terjadi pada Juni 2018.
Rekomendasi : Netral
 
KAEF : Perseroan membukukan penjualan bersih di semester I-2018 sebesar Rp. 3,40 triliun atau naik 29,08% dibanding semester I-2017 yang sebesar Rp. 2,63 triliun. Sementara laba bersih tercatat naik 28,33% dari Rp. 95,09 miliar menjadi Rp. 121,99 miliar. Produk generik dan ethical atau resep memberikan kontribusi terbesar bagi perseroan dengan mencapai 46,05%.
Rekomendasi : Netral
 
ZINC : Berencana melebarkan sayap usaha dengan mengakuisisi 50% saham proyek smelter seng di Pangkalan  Bun - Kalimantan Tengah. Perseroan menyiapkan dana sebesar US$ 30 juta untuk mengembangkan proyek smelter seng pada tahap awal setelah akuisisi dimana smelter tersebut nantinya akan memiliki kapasitas produksi 30.000 ton ingot per tahun dan lokasinya berdekatan dengan tambang milik perseroan sehingga kinerja operasional lebih hemat dan terkendali.
Rekomendasi : Netral
 
AGRO : Mencatatkan pertumbuhan bisnis di atas target hingga semester I-2018. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 130,93 miliar, tumbuh dibanding semester I-2017 yang sebesar Rp. 50,19 miliar dan diatas target rencana bisnis bank sebesar Rp. 122,77 miliar. Pencapaian tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 47,97% menjadi Rp. 326,06 miliar sehingga mendorong pertumbuhan laba operasional sebesar 183,46% menjadi Rp. 175,46 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
BBRI : Mencatatkan kenaikan laba bersih konsolidasi sebesar 11% dibandingkan semester I-2017 yang sebesar Rp. 14,9 triliun. Portofolio kredit tumbuh 15,5% menjadi Rp. 794,3 triliun. Dana Pihak ketiga tumbuh 9,11% dari Rp. 768 triliun menjadi Rp. 838 triliun.
Rekomendasi : Buy
 
LPPF : Meraih laba bersih di semester I-2018 sebesar Rp. 1,35 triliun atau tumbuh tipis sebesar 0,5%. Penjualan kotor naik 3,5% dari Rp. 10,02 triliun menjadi Rp. 10,37 trilun. Pendapatan bersih tumbuh 3,1% menjadi Rp. 5,92 triliun.
Rekomendasi : Netral
 
MPPA : Meraih pendapatan bersih sebesar Rp. 2,96 triliun atau naik 1,6% secara tahunan di Q2-2018 dan sepanjang semester I-2018, pendapatan bersih perseroan mencapai Rp. 5,88 triliun. Pendapatan bersih di Q2-2018 ditopang oleh kebnaikan volume transaksi sebesar 3,8% di momen lebaran Juni 2018.
Rekomendasi : Netral
 
WEGE : Laba bersih perseroan di semester I-2018 tumbuh 69,98% menjadi Rp. 179,88 miliar. Peningkatan tersebut didukung oleh pendapatan perseroan yang tumbuh 83,21% dari Rp. 1,31 triliun menjadi Rp. 2,40 triliun.
Rekomendasi : Buy

Morning Meeting

Morning Note 23 Oktober 201823 Oct 2018 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 3,14 poin atau menguat 0,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 5.827,63 - 5.869,65. Sebanyak 184 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Oktober 201822 Oct 2018 08:44

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,95 poin atau tekoreksi –0.14% setelah bergerak sideways dalam range 5.796,78 - 5.861,99. Sebanyak 204 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Oktober 201819 Oct 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 23,38 poin atau terkoreksi –0,40% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.811,93 - 5.858,79. Melemahnya [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Oktober 201818 Oct 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 67,80 poin atau menguat 1,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.819,18 - 5.868,62. Sebanyak 278 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Oktober 201817 Oct 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 73,56 poin atau menguat 1,28% setelah mayoritas bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 5.719,51 - 5.800,82. Sebanyak  [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • yuk nabung saham, IDX
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF