News :
Perhatian PT. EQUITY SEKURITAS INDONESIA Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) | Kami beritahukan bahwa telah dilakukan update pada Aplikasi online ESI-ON ke ver. 1.0.0.57 | Apabila terjadi Error pada aplikasi Online anda silahkan hubungi Admin Online Trading, dengan Ibu Fenny (021) 8063-2800 Ext. 804 |

Morning Note 30 Juli 2018

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin masih melanjutkan penguatannya untuk hari keenam perdagangan secara beruntun. IHSG ditutup naik 43 poin atau menguat 0,72% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.947,06 - 5.992,05. Sebanyak 202 saham ditutup menguat, 175 saham melemah dan 122 saham stagnan. Sebanyak 9 sektor yang dipimpin oleh sektor Aneka Industri, ditutup menguat. Sementara sektor Agri menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah. Menguatnya IHSG tersebut salah satunya ditopang oleh rilis kinerja keuangan emiten serta ekspektasi terhadap emiten yang belum merilis laporan keuangannya. Selain itu, penguatan IHSG juga turut dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar Rupiah yang perlahan menguat terhadap US Dollar serta adanya sentimen eksternal terkait adanya kesepakatan antara AS dengan Uni Eropa untuk menghindari adanya perang dagang.
 
Indeks saham di bursa Wall Street di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup terkoreksi. Indeks Dow ditutup terkoreksi –0,30%, Indeks Nasdaq terkoreksi –1,46% dan Indeks S&P terkoreksi –0,66%. Melemahnya indeks tersebut didorong oleh melemahnya saham-saham sektor teknologi yang disebabkan oleh laporan kinerja emiten yang lemah dari sejumlah emiten-emiten teknologi utama. Saham Twitter anjlok –20,5% setelah melaporkan penurunan pengguna aktif bulanan dan memperingatkan penurunan lebih lanjut dikarenakan upaya Twitter untuk menghapus akun-akun palsu. Saham Intel Corp juga mengalami penurunan sebesar –8.06% setelah bisnis pusat datanya meleset dari perkiraan di tengah persaingan ketat dari Advanced Micro Devices Inc (AMD). Sementara itu saham AMD naik 3,2%. Penurunan dari saham Twitter dan Intel, turut diikuti oleh penurunan saham teknologi utama lainnya seperti Apple yang melemah –1,7%, Microsoft melemah –1,8% dan Alphabet melemah –2,5%.  Tekanan-tekanan pada saham sektor teknologi telah dimulai Kamis pekan lalu setelah Facebook memberikan perkiraan suram tentang kinerjanya dimana sebelumnya prospek pertumbuhan di sektor teknologi telah membuat investor lengah terhadap penurunan-penurunan yang berpotensi menekan kinerja emiten teknologi. Dan penurunan sektor teknologi tersebut menutupi sentimen positif terkait dengan pertumbuhan ekonomi AS Q2-2018 dimana data yang dirilis akhir pekan kemarin menunjukkan hasil yang positif. GDP Growth Rate QoQ Advance tercatat tumbuh 4,1% (sesuai dengan ekspektasi) dan GDP Price Index QoQ Advance tumbuh sebesar 3% (diatas ekspektasi yang sebesar 2,3%). Data lainnya yakni Consumer Sentiment Final periode Juli 2018 tercatat turun dari 98,2 ke 97,9 , namun masih diatas ekspektasi yang sebesar 97,1.
 
Dari kawasan regional pagi ini, Indeks Nikkei dibuka terkoreksi –0,44%.  Melemahnya indeks Nikkei pagi ini didorong oleh pergerakan nilai tukar Yen terhadap US Dollar dan sikap kehati-hatian pelaku pasar jelang pertemuan Bank Of Japan.
 
Untuk perdagangan di bursa domestik awal pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kencederungan berpotensi kembali menguat secara terbatas yang dipengaruhi oleh rilis laporan kinerja emiten dan aksi profit taking. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam range 5960/5931 - 6005/6021.

Cermati :
BBTN, BMRI, EXCL, GGRM, HMSP, INDF, PTPP, RALS, TLKM
 

          
BERITA EMITEN


GIAA : Telah merampungkan sekuritisasi pendapatan penerbangan rute Timur Tengah senilai Rp. 2 triliun. Sekuritisasi tersebut dikemas dalam kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK-EBA) yang terdiri atas kelas A sebesar Rp. 1,8 triliun dan kelas B sebesar Rp. 200 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
AISA : Dewan Direksi perseroan berupaya menyelesaikan seluruh utang dan memperbaiki kembali struktur permodaln perseroan sehingga pihak Direks menyayangkan adanya sikap sejumlah pemegang saham untuk melakukan pengambilalihan secara paksa (hostile takeover) perseroan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa akhir pekan lalu.
Rekomendasi : Netral
 
PPRO : Membukukan kenaikan marketing sales sebesar 86,6% menjadi Rp. 2,8 triliun di sepanjang semester I-2018, dibanding pencapaian semester I-2017 yang sebesar Rp. 1,5 triliun. Pencapaian tersebut sekitar 74% dari target tahun ini yang sebesar Rp. 3,8 triliun. Penjualan apartemen secara bulk sales di Surabaya cukup banyak mendukung marketing sales perseroan di semester I-2018. Untuk selanjutnya, perseroan masih berencana meluncurkan empat proyek sebelum akhir 2018.
Rekomendasi : Netral
 
WEGE : Berencana merealisasikan pembangunan dua pabrik baru pada 2018 yakni pabrik modular dan pabrik anak usaha PT. Wijaya Karya Pracetak Gedung. Rencana tersebut saat ini masih dalam kajian dan ditargetkan pembangunannya dimulai pada tahun ini. Perseroan saat ini juga masih mengejar order book atau kontrak yang dihadapi sebesar Rp. 16,59 triliun hingga akhir 2018. Dan hingga semester I-2018, persroan sudah mengantongi kontrak Rp. 11,77 triliun atau 70,9% dari target. Perseroan juga merevisi target penjualan tahun 2018 dari Rp. 5,56 triliun menjadi Rp. 5,88 triliun dan revisi laba bersih dari Rp. 425,7 miliar menjadi Rp. 443 miliar.
Rekomendasi : Netral
 
PBID : Kenaikan volume sekaligus margin penjualan mendongkrak raihan laba bersih perseroan menjadi Rp. 141,36 miliar di semester I-2018 atau meningkat 43,88% secara tahunan. Pendapatan usaha bersih meningkat 36,64% dari Rp. 1,61 triliun menjadi Rp. 1,9 triliun. Margin bersih meningkat dari 6,1% menjadi 7,2%.
Rekomendasi : Netral
 
INCO : Akan mendivestasi lagi 20% sahamnya kepada publik tahun depan atau pada Oktober 2019. Langkah tersebut sesuai kontrak karya amandemen yang sudah di teken dengan pemerintah Indonesia. Langkah tersebut juga sekaligus emnunjukkan bahwa perseroan memiliki kepastian meskipun kontrak karya baru berakhir pada tahun 2025.
Rekomendasi : Netral

Morning Meeting

Morning Note 23 Oktober 201823 Oct 2018 09:01

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 3,14 poin atau menguat 0,05% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak sideways dalam range 5.827,63 - 5.869,65. Sebanyak 184 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 22 Oktober 201822 Oct 2018 08:44

IHSG di perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 7,95 poin atau tekoreksi –0.14% setelah bergerak sideways dalam range 5.796,78 - 5.861,99. Sebanyak 204 saham ditutup melemah, [ ... ]

Read more...
Morning Note 19 Oktober 201819 Oct 2018 08:55

IHSG di perdagangan kemarin ditutup turun 23,38 poin atau terkoreksi –0,40% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak melemah dalam range 5.811,93 - 5.858,79. Melemahnya [ ... ]

Read more...
Morning Note 18 Oktober 201818 Oct 2018 08:52

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 67,80 poin atau menguat 1,17% setelah di sepanjang sesi perdagangan bergerak positif dalam range 5.819,18 - 5.868,62. Sebanyak 278 saham ditutup [ ... ]

Read more...
Morning Note 17 Oktober 201817 Oct 2018 09:00

IHSG di perdagangan kemarin ditutup naik 73,56 poin atau menguat 1,28% setelah mayoritas bergerak positif di sepanjang sesi perdagangan dalam range 5.719,51 - 5.800,82. Sebanyak  [ ... ]

Read more...
  • Yuk Nabung Saham, Ayo Investasi di Reksa Dana
  • yuk nabung saham, IDX
  • OJK
  • IDX
  • KPEI
  • KSEI
  • Akses-Ksei
  • SIPF